Thursday, March 21, 2013

Jajanan Kaki Lima Indonesia Akan Hadir di Singapura

Penulis : Fitri Prawitasari | Sabtu, 16 Maret 2013 | 21:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian dari Anda tentu pernah jajan di pinggir jalan atau yang dikenal pula dengan pedagang kaki lima. Ya, pedagang kaki lima yang menjajakan aneka makanan mereka dengan gerobak maupun membuka toko di pinggir jalan, memang pilihan yang tepat saat tiba-tiba lapar datang di tengah padatnya rutinitas.

"Kita akan membawa serta pedagang kaki lima makanan-makanan dari Indonesia di Singapura dan mereka akan jualan beneran." -- Bondan Winarno

"Dari statistiknya, 85 persen makanan yang ada di dunia ini tersedianya ada di jalanan," ungkap pakar kuliner, Bondan Winarno, dalam Konferensi Pers World Street Food Congress, di Gandaria City, Kamis (14/3/2013).

Ia menambahkan, hal ini bukan hanya terjadi pada masyarakat di Asia, melainkan di banyak negara lain di dunia pun pedagang kaki lima banyak jumlahnya dan mereka selalu menjadi pilihan tempat makan favorit masyarakatnya.

"Kalau kita pergi ke New York pun, itu sudah banyak sekali di New York dan di negara-negara Eropa apa lagi. Jajan atau makan di pinggir jalan itu adalah sudah membudaya. Bahkan sekarang sudah muncul food tracks yang istilahnya sudah Muslim, yaitu halal," papar Bondan.

Sayangnya, keberadaan para pedagang kaki lima ini, khususnya di Indonesia, masih dipandang sebelah mata. Tak jarang mereka menjadi persoalan karena dianggap mengotori sebagian jalan.
"Tanpa campur tangan kita, street food (makanan pinggir jalan) akan tetap menjadi lembaga yang kumuh. Nah ini perlu suatu preservasi ya terhadap budaya street food," katanya.

Salah satu cara untuk bisa mengangkat citra makanan pinggir jalan tersebut, dengan mengikuti World Street Food Congress (WSFC) yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan di Singapura.
"WSFC inilah  yang mau mengangkat derajat itu memberikan suatu pengakuan bahwa street food itu nggak boleh mati. Itu adalah bagian dari culture kita bagian dari tradisi kita," katanya.

Dalam WSFC yang akan diselenggarakan selama 10 hari, tepatnya 31 Mei-9 Juni di Kawasan Marina Bay, Singapura, akan ada beberapa jenis jajanan kaki lima dari Indonesia yang akan diperkenalkan.
"Kita akan membawa serta pedagang kaki lima makanan-makanan dari Indonesia di Singapura dan mereka akan jualan beneran. Jadi kalau mereka nggak laku, ya mereka nggak dapat apa-apa," katanya.

Acara yang akan diikuti pula oleh para pedagang kaki lima yang berasal dari Asia bahkan Amerika, Bondan pun yakin bahwa jajanan Indonesia akan laris manis disana.
"Tapi saya yakin sih, di tempat yang seperti itu makanan Indonesia yang kita tampilkan akan jadi winner, akan jadi juara. Dari aromanya saja orang sudah pada ngerubutin," tambah Bondan.

Istilah-istilah dalam kalimat yang kurang tepat:


1.      Ya, pedagang kaki lima yang menjajakan aneka makanan mereka dengan gerobak maupun membuka toko di pinggir jalan, memang pilihan yang tepat saat tiba-tiba lapar datang di tengah padatnya rutinitas.

2.      Kita akan membawa serta pedagang kaki lima makanan-makanan dari Indonesia di Singapura dan mereka akan jualan beneran.

3.      Tanpa campur tangan kita, street food (makanan pinggir jalan) akan tetap menjadi lembaga yang kumuh.
4.      Salah satu cara untuk bisa mengangkat citra makanan pinggir jalan tersebut, dengan mengikuti World Street Food Congress (WSFC) yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan di Singapura.

5.      WSFC inilah  yang mau mengangkat derajat itu memberikan suatu pengakuan bahwa street food itu nggak boleh mati.

6.      Jadi kalau mereka nggak laku, ya mereka nggak dapat apa-apa.
7.      Acara yang akan diikuti pula oleh para pedagang kaki lima yang berasal dari Asia bahkan Amerika, Bondan pun yakin bahwa jajanan Indonesia akan laris manis disana.

8.      Tapi saya yakin sih, di tempat yang seperti itu makanan Indonesia yang kita tampilkan akan jadi winner, akan jadi juara. Dari aromanya saja orang sudah pada ngerubutin.


Istilah yang seharusnya digunakan dalam kalimat-kalimat di atas adalah:



1.      Ya, pedagang kaki lima yang menjual aneka makanan mereka dengan gerobak maupun membuka toko di pinggir jalan, memang pilihan yang tepat saat tiba-tiba lapar datang di tengah padatnya rutinitas.

2.      Kita akan membawa serta pedagang kaki lima makanan-makanan dari Indonesia di Singapura dan mereka akan jualan seperti biasanya.

3.      Tanpa adanya peran dan dukungan dari kita, street food (makanan pinggir jalan) akan tetap menjadi lembaga yang kumuh.

4.      Salah satu cara untuk bisa mengapresiasikan makanan pinggir jalan tersebut, dengan mengikuti World Street Food Congress (WSFC) yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan di Singapura.

5.      WSFC inilah yang mau mengapresiasikan pedagang kaki lima itu untuk memberikan suatu pengakuan bahwa street food itu tidak boleh ditiadakan keberadaannya.

6.      Jadi kalau dagangan mereka tidak ada yang membeli, maka mereka tidak akan mendapatkan hasil atau uang.

7.      Acara yang akan diikuti pula oleh para pedagang kaki lima yang berasal dari Asia bahkan Amerika, Bondan pun yakin bahwa jajanan Indonesia akan digemari disana.

8.   Tapi saya yakin sih, di tempat yang seperti itu makanan Indonesia yang kita tampilkan akan jadi winner, akan jadi juara. Dari aromanya saja orang sudah pada menyukai.

Thursday, January 24, 2013

Perilaku Konsumen Membeli Mobil Secara Kredit




Tia Darmayanti
Kelas: 3EA06
NPM: 16210880
Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya No 100 Depok 16424, Telp. 021-78881112.Ext 204
E-mail : tiadarmayanti@gmail.com


ABTRAKSI
Ketika seseorang naik kelas dari kelas bawah ke kelas menengah, maka naiknya daya beli tersebut akan mempengaruhi perilaku mereka dalam membeli dan mengkonsumsi barang dan jasa. Karena itu pergeseran massif suatu negara dari negara miskin menjadi negara perpendapatan menengah juga membawa dampak perubahan perilaku konsumen yang luar biasa.
Kecenderungan umum yang terjadi di berbagai negara, seiring meningkatnya daya beli, porsi pengeluaran kelas menengah untuk dibelanjakan kendaraan bermotor pun meningkat. Masyarakat jaman sekarang lebih memilih membeli kendaraan bermotor secara kredit sebagai kendaraan pribadi mereka. Sebagian besar dari masyarakat di Indonesia terutama di Jakarta masih enggan untuk menggunakan kendaraan umum dengan alasan kenyamanan, keamanan, dan lebih cepat.

Membeli mobil secara kredit atau biasa disebut leasing, merupakan salah satu pilihan yang memudahkan masyarakat dalam membeli mobil dengan cepat, aman dan terpercaya.
Kata kunci: Kredit, Leasing Mobil, Perilaku Konsumen, Perilaku Konsumen dalam Membeli Mobil Secara Kredit.

1.      PENDAHULUAN
1.1.. Latar Belakang  Masalah
Meningkatnya pendapatan per kapita, kurangnya ketersediaan armada kendaraan umum serta tidak adanya pemeliharaan fasilitas oleh masyarakat dan kurangnya perhatian pemerintah dalam hal kelaikan jalan kendaraan umum dan membludaknya populasi membuat masyarakat di ibukota Jakarta lebih memilih memakai kendaraan mobil pribadi setiap hari. Hal ini pun dijadikan kesempatan oleh para pengusaha leasing kendaraan sebagai alat untuk meraup keuntungan dengan menawarkan pembelian kendaraan secara kredit.

1.2. Pembatasan Masalah
Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah :
1.   Apakah yang menjadi alasan masyarakat lebih memilih membeli mobil secara kredit
2.  Berapa besar tingkat minat masyarakat dalam membeli mobil secara kredit
3.  Bagaimana cara membeli mobil secara kredit

1.3. Tujuan Penelitian
            Sejalan dengan masalah yang diangkat dalam masalah penulisan, maka tujuan dari penulisan ini adalah :
1.   Untuk mengetahui apakah yang menjadi alasan masyarakat lebih memilih membeli mobil secara kredit.
2.   Untuk mengetahui seberapa besar tingkat minat masyarakat dalam membeli mobil secara kredit.
3.  Untuk mengetahui bagaimana cara membeli mobil secara kredit.

2.      TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pengertian Perilaku Konsumen dan Faktor yang Mempengaruhi

Menurut Engel, Blackwell dan Miniard (1990). Perilaku konsumen dapat diartikan “… Those actions directly involved in obtaining, consuming, and disposing of product and services, including the decision processes that precede and follow this actions” (p.3). Menurut Mowen (1995), “ Consumer behavior is defined as the study of the buying units anfd the exchange processes involved in acquiring, consume, disposing of goods, services, experiences and ideas” (p.5).

Menurut Katona (dalam munandar, 2001) memandang perilaku konsumen sebagai cabang ilmu perilaku ekonomika. Menurut Engel (dalam mangkunegara, 2002). Mengemukakan  bahwa perilaku konsumen di definisikan sebagai tindakan – tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh barang – barang jasa ekonomis termasuk pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan – tindakan tersebut. 

 Berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen adalah Menurut Philip Kotler adalah Faktor Budaya, Faktor Sosial, Faktor Pribadi dan Faktor Psikologi sedangkan Menurut James F. Engel – Roger D. Blackwell – Paul W. Miniart dalam Saladin ada tiga yaitu Faktor Lingkungan, Faktor Perbedaan dan Pengaruh Individu, Faktor Psikologis.

2.2. Pengertian Kredit
Pengertian Kredit mempunyai dimensi yang beraneka ragam, dimulai dari arti kata “ kredit”yang berasal dari bahasa Yunani “ credere” yang berarti kepercayaan akan kebenaran dalam praktek sehari – hari .

Pengertian Kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji, pembayaran akan dilaksanakan pada jangka waktu yang telah disepakati “.

Pengertian kredit yang lebih mapan untuk kegiatan perbankan di Indonesia telah dirumuskan dalam Undang – Undang Pokok Perbankan No. 7 Tahun 1992 yang menyatakan bahwa kriteria adalah penyediaan uang / tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan / kesepakatan pinjam meminjam antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melaksanakan dengan jumlah bunga sebagai imbalan.

Dalam praktek sehari – hari pinjaman kredit dinyatakan dalam bentuk perjanjian tertulis baik dibawah tangan maupun secara materiil. Dan sebagai jaminan pengaman, pihak peminjam akan memenuhi kewajiban dan menyerahkan jaminan baik bersifat kebendaan maupun bukan kebendaan.
Sebenarnya sasaran kredit pokok dalam penyediaan pinjaman tersebut bersifat penyediaan suatu modal sebagai alat untuk melaksanakan kegiatan usahanya sehingga kredit ( dana bank ) yang diberikan tersebut tidak lebih dari pokok produksi semata.

2.3. Prinsip – prinsip Kredit
Untuk mendapatkan kredit harus melalui prosedur yang telah ditentukan oleh bank / lembaga keuangan. Agar kegiatan pelaksanaan perkreditan dapat berjalan  dengan sehat dan layak, dikenal dengan 6 C yaitu :

a.    Character ( kepribadian / Watak )
Character adalah tabiat serta kemauan dari pemohon untuk memenuhi kewajiban yang telah dijanjikan. Yang diteliti adalah sifat – sifat, kebiasaan, kepribadian, gaya hidup dan keadaan keluarga.

b.    Capacity ( kemampuan )
Capacity adalah kesanggupan pemohon untuk melunasi kewajiban dari kegiatan usaha yang dilakukan atau kegiatan yang ditinjau dengan kredit dari bank. Jadi maksud dari penilaian kredit terhadap capacity ini untuk menilai sampai dimana hasil usaha yang diperolehnya akan mampu untuk melunasinya pada waktunya sesuai dengan perjanjian kredit yang telah disepakati.

c.    Capital ( modal )
Capital adalah modal yang dimiliki calon debitur pada saat mereka mengajukan permohonan kredit pada bank.

d.    Collateral ( jaminan )
Collateral adalah barang – barang yang diserahkan pada bank oleh peminjan atau debitur sebagai jaminan atas kredit yang diberikan. Barang jaminan diperlukan agar kredit tidak mengandung resiko.

e.    Condition of Economic ( kondisi ekonomi )
Condition of Economic adalah situasi dan kondisi, sosial, ekonomi, budaya dan lainnya yang mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat maupun untuk satu kurun waktu tertentu yang kemungkinannya akan dapat mempengaruhi kelancaran usaha dari perusahaan yang memperoleh kredit.

f.    Constrain ( batasan atau hambatan )
Dalam penilaian debitur dipengaruhi oleh hambatan yang tidak memungkinkan sesorang melakukan usaha di suatu tempat.

Disamping formula 6 C di atas, masih ada prinsip kredit yang disebut 4 P, yaitu :

a.    Personality
Personality yaitu penilaian bank tentang kepribadian peminjam seperti riwayat hidup, hobinya, keadaan keluarga ( istri / anak ), social standing ( pergaulan dalam masyarakat serta bagaimana masyarakat tentang diri si peminjam dan sebagainya ).

b.    Purpose
Bank dalam menilai si peminjam mencari dara tentang tujuan atau keperluan penggunaan kredit, dan apakah tujuan penggunaan kredit itu sesuai dengan line of business kredit bak bersangkutan.

c.    Payment
Untuk mengetahui kemampuan debitur dalam mengembalikan pinjaman. Hal ini dapat diperoleh dari perhitungan tentan prospek kelancaran penjualan dan pendapatan sehingga dapat diperkirakan kemampuan pengembalian pinjaman ditinjau dari waktu jumlahnya.

d.    Prospect
Prospect yaitu harapan usaha di masa yang akan datang dari calon debitur. Ini dapat diketahui dari perkembangan usaha si peminjam selama beberapa bulan atau tahun, perkembangan – perkembangan keadaan ekonomi atau usaha perdagangan sektor usaha debitor, kekuatan keuangan perusahaan yang dilihat dari earning power ( kekuatan pendapatan / keuntungan ) di masa lalu dan perkiraan masa akan datang.

2.4. Macam – macam Kredit
Untuk membedakan kredit menurut faktor – faktor dan unsur – unsur yang ada dalam pengertian kredit, maka perbedaan kredit dapat dibedakan atas dasar :

a.    Sifat penggunaan kredit
  1. Kredit Konsumtif adalah kredit yang digunakan untuk keperluan konsumsi atau uang akan habis terpakai untuk memenuhi kebutuhannya.
  2. Kredit Produktif adalah kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha, baik usaha – usaha produksi, perdagangan maupun investasi.
b.    Keperluan kredit
1)    Kredit produksi / ekploitasi
Kredit ini diperlukan perusahaan untuk meningkatkan produksi baik peningkatan kuantitatif yaitu jumlah hasil produksi maupun peningkatan kualitatif yaitu peningkatan kuantitas atau mutu hasil produksi.

2)    Kredit Perdagangan
Kredit ini dipergunakan untuk keperluan perdagangn pada umumnya yang berarti peningkatan utility of place saru suatu barang, barang – barang yang diperdagangkan ini juga diperlukan bagi industri.

3)    Kredit Investasi
Kredit yang diberikan kepada para pengusaha untuk investasi, berarti untuk penambahan modal dan kredit bukan untuk keperluan perbaikan ataupun penambahan barang modal atau fasilitas – fasilitas yang erat hubungannya dengan itu. Misalnya untuk membangun pabrik, membeli / mengganti mesin – mesin dan sebagainya.

c.    Kredit menurut cara pemakaian
1)    Kredit rekening Koran bebas
Debitur menerima seluruh kreditnya dalam bentuk rekening koran kepadanya diberikan blangko cheque dan rekening koran pinjamannya diisi menurut besarnya kredit yang diberikan, debitur bebas melakukan penarikan selama kredit berjalan.

 2)    Kredit rekening Koran terbatas
Sistem ini adanya perbatasan tertentu bagi nasabah dalam melakukan penarikan uang rekeningya, seperti pemberian kredit dengan uang giral dan perubahannya menjadi uang chartal dilakukan berangsur – angsur.

3)    Kredit rekening Koran aflopend
Penarikan kredit dilakukan dalam arti maksimum kredit pada waktu penarikan pertamalah sepeuhnya dipergunakan oleh nasabah.

4)    Revolving credit
Sistem penarikan kredit sama dengan cara rekening Koran bebas dengan masa penggunaan satu tahun, akan tetapi cara pemakaiannya berbeda.
5)    Term Loans
Dalam sistem ini penggunaan dan pemakaian kredit sangat fleksibel artinya nasabah bebas menggunakan uang kredit untuk keperluan apa saja dan bank tidak mau tentang hal itu.

d.    Kredit menurut Jaminan
Kredit ini pada umumnya ada dua yaitu :
  1. Unsecured Loans ( kredit tanpa jaminan ) sering juga disebut kredit blangko.
  2. Secured Loans
Jenis inilah yang digunakan oleh kebanyakan bank di Indonesia yaitu memberikan kredit jaminan. Jaminan kredit dapat berupa tanah, rumah, pabrik dan atau mesin – mesin pabrik, perusahaan serta surat berharga.

2.5. Jangka Waktu Kredit
Perbedaan jangka waktu kredit menurut peraturan Bank Indonesia adalah sebagai berikut :
  • Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang berjangka waktu selama – lamanya satu tahun. Jadi pemakaiannya tidak melebihi satu tahun.
  • Kredit jangka menengah, yaitu kredit yang jangka waktunya antara satu sampai tiga tahun.
  • Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang jangka waktunya lebih dari tiga tahun.
Tujuan kredit mencakup scope yang luas. Fungsi pokok yang saling berkaitan dari kredit adalah sebagai berikut : 
  • Profitability: Proftability ini bertujuan untuk memperoleh hasil dari kredit berupa keuntungan yang diteguk dari pemungutan bunga.
  • Safety: Safety adalah keamanan dari prestasi atau fasilitas yang diberikan harus benar – benar terjamin sehingga profitability dapat benar – benar tercapai tanpa hambatan yang berarti.
Sedangkan Fungsi kredit adalah menyalurkan dana – dana yang dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk itu fungsi kredit dalam kehidupan perekonomian adalah sebagai berikut :
a.    Kredit dapat meningkatkan daya guna daru modal
Artinya bahwa para pedagang kecil dapat menikmati kredit bank melalui PD. BPR BKK Purwodadi Cabang Kedungjati untuk memperluas usahanya, mengembangkan usaha dan kesempatan untuk berusaha.

b.    Kredit dapat meningkatkan daya guna suatu barang
Dengan bantuan kredit dari PD. BPR BKK Purwodadi Cabang Kedungjati tersebut maka para pedagang kecil dapat memproduksi bahan mentah menjadi bahan jadi, berarti daya guna dari bahan tersebut.   

c.    Kredit sebagai alat stabilitas ekonomi
Bahwa dalam menghadapi keadaan perekonomian yang kurang sehat, maka kredit dapat sebagai alat stabilitas ekonomi misalnya dalam usaha pengendalian inflasi, peningkatan ekspor serta pemenuhan kebutuhan pokok rakyat.

d.    Kredit sebagai jembatan untuk meningkatkan pendapatan nasional
Bantuan kredit digunakan para usahawan untuk memperbesar volume usaha produksinya. Peningkatan usaha nantinya diharapkan akan meningkatkan profit. Bila keuntungan secara kumulatif dikembangkan lagi dalam arti kata dikembalikan ke dalam struktur permodalan, maka peningkatan akan berlangsung terus menerus dan akibatnya pendapatan terus meningkat.

3. METODOLOGI PENELITIAN
Data atau sumber penelitian diambil dari data yang telah ada (data sekunder).

4.      PEMBAHASAN
Keputusan konsumen untuk melakukan pembelian secara kredit bisa terjadi akibat faktor biaya maupun pengaruh dari penjual. Faktor biaya adalah faktor yang menjadi hal utama konsumen melakukan pembelian secara kredit. Konsumen menginginkan untuk memiliki kendaraan tetapi tidak memiliki cukup biaya tunai untuk membeli.

Selain itu ada juga konsumen yang memang tergolong memiliki pendapatan yang cukup untuk melakukan pembelian secara tunai, tetapi memilih kredit karena ada kebutuhan lain yang harus di penuhi. Terkait dengan biaya maka kebanyakan konsumen melakukan pembelian secara kredit adalah konsumen yang tergolong mempunyai pendapatan kelas menengah.

Faktor pengaruh dari penjual terjadi ketika konsumen merasa terdesak untuk memiliki sebuah kendaraan tetapi terbentur dengan keadaan ekonomi. Kemudian dengan menggunakan kesempatan ini, penjual pun menawarkan pilihan untuk membeli kendaraan secara kredit.

Pada penjelasan sebelumnya, Anda sudah dipaparkan tentang pertimbangan-pertimbangan mengenai metode pembelian mobil. Pada pembahsan kali ini, akan dipaparkan mengenai pilihan-pilihan pembiayaan mobil melalui bank atau multifinance.

Bank
Tawaran pembiayaan bagi yang ingin membeli dengan cara mengangsur adalah dari lembaga pembiayaan atau bank. Apabila Anda mengambil kredit di bank, kelebihannya adalah bunga kredit yang lebih kecil, daripada bunga yang ditawarkan oleh leasing. Hal ini terjadi karena bank adalah pemilik dana secara langsung. Selain itu, rate asuransi yang ditawarkan oleh bank juga lebih murah.

Kelemahannya, syarat yang diminta bank untuk pengajuan kredit sangatlah berat untuk pengajuan kredit mobil ini. Akibatnya, bank membutuhkan waktu sangat lama untuk persetujuan kredit. Pasalnya mereka harus melakukan verifikasi data secara cermat supaya tak menyalahi aturan BI. Salah satunya, pemeriksaan nasabah dalam Sistem Informasi Debitur (SID).

Seringkali bank hanya akan menawarkan fasilitas kredit kepada nasabahnya saja. Hampir semua bank mensyaratkan: WNI berusia 21 hingga 55 tahun yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap. Kemudian calon nasabah juga harus melengkapi sejumlah dokumen seperti salinan kartu tanda penduduk (KTP), slip gaji bulan terakhir, dan nomor pokok wajib pajak (NPWP).

Lembaga Pembiayaan
Lembaga pembiayaan atau leasing memiliki lebih banyak kemudahan dalam pengajuan kredit roda empat. Selain itu, proses persetujuan kredit tak memakan waktu lama. Proses yang singkat ini lantaran leasing lebih fleksibel dalam menerapkan berbagai persyaratan.

Sayangnya, kecepatan dan kemudahan kredit dari leasing diganti dengan bunga yang lebih tinggi daripada bank. Lebih lanjut, leasing mempunyai jaringan yang lebih banyak daripada bank. Perusahaan pembiayaan memang lebih gesit, hingga mereka bisa menjangkau lebih banyak dealer atau showroom penjualan mobil, baik baru maupun bekas.

Menentukan Leasing
Setiap kali mendatangi showroom, pasti mereka sudah mempunyai kerjasama dengan beberapa bank atau multifinance tertentu. Kepada mereka inilah dealer biasanya akan mengarahkan kredit Anda.
Sebelum membeli mobil, ada baiknya melakukan rist terlebih dahulu. Dalam riset tersebut, carilah informasi sebanyak mungkin tentang berbagai lembaga pembiayaan. Fokus utamanya adalah pelayanan yang diberikan oleh leasing, mengingat kerjasama kita dengan mereka yang cukup lama.

Bentuk pelayanan tersebut antara lain adalah kemudahan sistem pembayaran. Apakah bisa dilakukan melalui bank, lewat ATM atau pembayaran harus ke teller di kantor cabang. Apabila harus langsung ke kantor cabang, perhatikan jumlah kantor cabangnya dan kemudahan serta kedekatan akses menuju ke sana.
Setelah pelayanan diketahui, ada baiknya apabila Anda mendapatkan informasi yang jelas soal reputasi atau kredibilitas perusahaannya. Carilah informasi bagaimana tanggapan orang selama ini akan perusahaan itu, apakah cukup bagus atau bermasalah. Tak lupa, Anda juga bisa mencari berbagai produk kredit yang menguntungkan, misalnya bunga yang ringan.

Dengan riset tersebut, Anda sudah memiliki senjata untuk menghadapi para pemasar. Bila mereka menawarkan berbagai produk, barangkali bisa ditanyakan apa produk yang paling pas untuk Anda. Sebab, para pemasar seringkali tidak menunjukkan semua produk yang dimiliki.
Showroom dan leasing terkadang juga memiliki paket khusus. Lihatlah paket khusus ini, siapa tahu ada yang lebih murah dan menguntungkan.

5.  KESIMPULAN   
Sekitar 75% masyarakat Indonesia membeli mobil dengan cara kredit. Baik melalui bank atau pun lembaga pembiayaan (leasing) lainnya. Tentu saja ini merupakan pangsa pasar yang sangat menggiurkan bagi pihak pembiayaan/bank. Dan bagi konsumen dengan membeli mobil (terutama mobil baru) dengan cara kredit mereka hanya menyiapkan sekitar 10%-30% uang muka sudah dapat memiliki sebuah mobil.

DAFTAR PUSTAKA

 

Saturday, December 15, 2012

Perilaku Konsumen dari Segi Demografis

Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen, termasuk salah satunya adalah faktor demografi. Faktor demografi merupakan masalah yang harus dimengerti dan dipahami secara serius oleh pemasar. Tanpa mengetahui secara baik masalah yang melatarbelakangi konsumen dalam keputusan pembelian suatu produk, pemasar tidak akan dapat mengetahui selera, kebutuhan, dan keinginan konsumen. Karena itulah penting pula untuk diketahui dan diteliti faktor demografi apa saja yang sekiranya berkaitan.

Dalam karakteristik demografi, saat ini gaya hidup merupakan pola yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang, dan energi dengan caranya sendiri. Bagaimana seseorang hidup, bagaimana menggunakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka.


Demografi berperan bagi perilaku konsumen yang meliputi beberapa faktor yaitu (usia, gender, status, pendididkan). Kebutuhan konsumen berdasarkan faktor-faktor tersebut tentunya berbeda. Pasar anak-anak tidak mungkin sama dengan pasar dewasa, pasar pria berbeda dengan pasar wanita karena kebutuhan pria dan wanita berbeda-beda dan pasar kalangan atas tentu berbeda pula dengan pasar kalangan bawah.


Tidak lepas dari gaya hidup, demografi kelas sosial dalam perilaku konsumen mempengaruhi gaya hidup masyarakat. Kelas sosial adalah pembagian masyarakat ke dalam kelas-kelas yang berbeda atau strata yang berbeda yang menggambarkan perbedaan pendidikan, pendapatan, pemilikan harta benda, gaya hidup, nilai-nilai yang dianut dan selanjutnya perbedaan tersebut akan mempengaruhi konsumsi seseorang atau keluarga. Kelas sosial penting dalam segi eknomi dan bisnis karena kelas sosial digunakan oleh produsen dalam menentukan segmentasi suatu produk barang atau jasa.

Konsumen kalangan bawah tentunya lebih konsumtif dalam membeli barang, mereka cenderung memilih barang dengan harga yang relatif murah yang sesuai dengan pendapatanya, sedangkan kalangan atas yang berpendapatan besar pastinya mereka menginginkan barang yang berkualitas walau barang tersebut bernilai jual tinggi.

Dalam pemasaran untuk mengetahui perilaku konsumen, data-data demografi dikumpulkan kepada pemerintah agar pemerintah memiliki data yang lengkap dan mengetahui karakteristik penduduk. Hal ini penting untuk menentukan arah kebijakan sebagai upaya perlindungan konsumen. Variabel usia, pendidikan, pekerjaan, dan letak geografi penting untuk dikumpulkan karena variabel-variabel tersebut mempengaruhi pola perilaku konsumen melalui perbedaan-perbedaan sikap dan persepsi yang ditimbulkan.

Demografi adalah informasi yang mudah dijangkau dan relatif lebih murah untuk mengidentifikasikan target market, informasi demografi memberikan insight tentang trend yang sedang terjadi, meski tidak dapat untuk meramalkan perilaku konsumen, demografi dapat dilihat untuk melihat perubahan permintaan aneka produk dan yang terakhir demografi dapat digunakan untuk mengevaluasi kampanye-kampanye pemasaran.

Domgrafi memiliki beberapa aspek didalamnya yaitu; struktur kependudukan,sosial,ekonomi dan status.
Struktur Kependudukan
a)Demografi dalam struktur kependudukan mencakup perilaku konsumen,
Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang mempelajari dinamika kependudukan manusia. Meliputi di dalamnya ukuran, struktur, dan distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk berubah setiap waktu akibat kelahiran, kematian, migrasi, serta penuaan.
Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan, kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.

A. Definisi :
Demografi berasal dari Bahasa Yunani
Demos : Rakyat , Grafein : Menulis
Demografi = tulisan tulisan tentang rakyat/penduduk ( ilmu kependudukan)
1. Menurut Donald J Boque :
Ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk beserta perubahannya sepanjang masa, melalui bekerjanya lima komponen demografi yaitu kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas), perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial.
2. Philip M. Hauser dan Duddley Duncan
Ilmu yg mempelajari jumlah, sebaran teritorial, dan komposisi penduduk; serta perubahan penduduk karena fertilitas, mortalitas, migrasi, dan mobilitas social.
3. Lain-lain
Ilmu yang mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah

B. Variabel Utama Demografi
Kelahiran (natalitas)
Kematian (death/mortalitas)
Migrasi (perpindahan)

Kelas Sosial
b) Demografi dalam kelas social dalam perilaku konsumen
Kelas sosial didefinisikan sebagai pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama`dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Kategori kelas sosial biasanya disusun dalam hierarki, yang berkisar dari status yang rendah sampai yang tinggi. Dengan demikian, para anggota kelas sosial tertentu merasa para anggota kelas sosial lainnya mempunyai status yang lebih tinggi maupun lebih rendah dari pada mereka.

Aspek hierarkis kelas sosial penting bagi para pemasar. Para konsumen membeli berbagai produk tertentu karena produk-produk ini disukai oleh anggota kelas sosial mereka sendiri maupun kelas yang lebih tinggi, dan para konsumen mungkin menghindari berbagai produk lain karena mereka merasa produk-produk tersebut adalah produk-produk “kelas yang lebih rendah”.

Pendekatan yang sistematis untuk mengukur kelas sosial tercakup dalam berbagai kategori yang luas berikut ini: ukuran subjektif, ukuran reputasi, dan ukuran objektif dari kelas sosial.
Peneliti konsumen telah menemukan bukti bahwa di setiap kelas sosial, ada faktor-faktor gaya hidup tertentu (kepercayaan, sikap, kegiatan, dan perilaku bersama) yang cenderung membedakan anggota setiap kelas dari anggota kelas sosial lainnya.

Gaya Hidup
c)Demografi dalam gaya hidup perilaku konsumen
Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus kehidupan.

Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup, bagaimana menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka. Kepribadian menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal, yang memperlihatkan karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi mereka terhadap sesuatu.

Gaya hidup yang diinginkan oleh seseorang mempengaruhi perilaku pembelian yang ada dalam dirinya, dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut.
Berbagai faktor dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang diantaranya demografi, kepribadian, kelas sosial, daur hidup dalam rumah tangga.

Kasali (1998) menyampaikan beberapa perubahan demografi Indonesia di masa depan, yaitu penduduk akan lebih terkonsentrasi di perkotaan, usia akan semakin tua, melemahnya pertumbuhan penduduk, berkurangnya orang muda, jumlah anggota keluarga berkurang, pria akan lebih banyak, semakin banyak wanita yang bekerja, penghasilan keluarga meningkat, orang kaya bertambah banyak, dan pulau Jawa tetap terpadat.

Status Sosial
d)Demografi dalam status sosial mencakup perilaku konsumen
Jenis-Jenis Status Sosial
1.Ascribed Status
Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.

2. Achieved Status
Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.

3. Assigned Status
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.
Jenis-Jenis Stratifikasi Sosial
1. Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Contoh stratifikasi sosial tertutup yaitu seperti sistem kasta di India dan Bali serta di Jawa ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat / bangsawan darah biru.

2. Stratifikasi Sosial Terbuka
Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.
Misalnya seperti tingkat pendidikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya. Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan sekolah, kuliah, kursus dan menguasai banyak keterampilan sehingga dia mendapatkan pekerjaan tingkat tinggi dengan bayaran / penghasilan yang tinggi.

Komponen Perubahan Penduduk

Komponen yang mempengaruhi perubahan penduduk adalah:
1. Kelahiran/Fertilitas
2. Kematian/Mortalitas
3. Migrasi
Dari komponen perubahan penduduk tersebut dapat diperoleh persamaan berimbang penduduk (balancing equation): Pt = Po + (B – D) + (I – E)

Keterangan:
Pt = Banyaknya penduduk pada tahun t
Po = Banyaknya penduduk pada tahun awal
B = Banyaknya kelahiran pada periode o ke t
D = Banyaknya kematian pada periode o ke t
I = Banyaknya migrasi masuk pada periode o ke t
E = Banyaknya migrasi keluar pada periode o ke t

Dari persamaan di atas diperoleh:
B – D = pertumbuhan penduduk alami (natural increase)
I – E = migrasi netto (social increase)

Peralatan dan Analisis Demografi
Jumlah
Sering digunakan dalam analisis demografi. Misalnya, menurut hasil sementara Sensus Penduduk 2000, penduduk Indonesia pada tahun 2000 adalah 203,5 juta orang.
Rasio
Rasio menyatakan suatu jumlah dalam perbandingan terhadap jumlah lainnya. Dengan kata lain merupakan perbandingan antara dua bilangan (a/b) dan dapat dinyatakan dalam persepuluh, perseratus, atau perseribu. Misalnya, rasio jenis kelamin adalah perbandingan/imbangan antara jumlah penduduk laki-laki dan penduduk perempuan di suatu wilayah pada suatu waktu tertentu.
Rate/Angka/Tingkat
Yaitu Jumlah peristiwa/kejadian dibanding dengan jumlah penduduk yang mengandung risiko peristiwa tersebut, angka ini merupakan suatu bentuk khusus dari rasio. Misalnya Angka kelahiran pada tahun 1980 adalah 35 kelahiran hidup per 1000 penduduk Indonesia. Angka ini memberikan gambaran umum tentang keadaan peristiwa demografis (kelahiran) yang terjadi pada suatu wilayah dan waktu tertentu. Untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan peristiwa demografis, diperlukan dua angka dari wilayah yang sama tetapi waktunya berlainan (Misalnya, Angka Kelahiran Indonesia tahun 1971 adalah 44 per 1000 dan tahun 1980 adalah 35 per 1000).

Ada 2 (dua) macam angka yaitu:
1. Angka Kasar
Angka Kasar adalah angka yang dipakai untuk menghitung peristiwa demografis penduduk total, termasuk penduduk yang tidak menanggung risiko peristiwa demografi tersebut. Misalnya Angka Kelahiran Kasar (CBR = Crude Birth Rate).
2. Angka Spesifik
Angka Spesifik adalah angka yang dipakai untuk menghitung peristiwa demografis penduduk yang menanggung risiko peristiwa demografi tersebut. Misalnya Angka Fertilitas menurut Umur (ASFR = Age Specific Fertility Rate).
Proporsi
Proporsi menyatakan suatu perbandingan antara dua bilangan, dimana pembilangnya merupakan bagian dari penyebut ( a/(a+b) ). Apabila proporsi dinyatakan dalam perseratus, dikenal dengan nama persen.
Konstanta
Konstanta merupakan bilangan tetap, misalnya 100.000, atau 10.000. Dalam rumus dinyatakan dengan “k”. Jika “k” ini dikalikan dengan angka, rasio , atau proporsi, maka akan memperoleh hasil yang lebih jelas maknanya.
Kohor
Kohor adalah sekelompok orang yang mulai menjalani peristiwa demografi bersama-sama. Contoh: kohor kelahiran yaitu sekelompok orang yang lahir pada tahun yang bersamaan. Ukuran kohor adalah ukuran untuk menghitung peristiwa demografi untuk suatu kohor tertentu.
Ukuran
Suatu ukuran mengenai peristiwa yang terjadi dari sebagian maupun keseluruhan penduduk selama satu periode tertentu. Misalnya, Angka Kematian Bayi di Indonesia dalam periode 1999-2000.

Tujuan dan Penggunaan Demografi
Tujuan penggunaan demografi ada 4 yaitu:
1) Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
2) Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
3) Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial.
4) Mencoba meramalkan pertumbuhan penduduk dimasa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.
Beberapa aplikasi penggunaan demografi antara lain; kesehatan masyarakat (fertilitas dan mortalitas), penggunaan tanah (pertumbuhan penduduk, dan distribusinya), penggunaan sekolah, fasilitas umum (jumlah penduduk, struktur umur, distribusi penduduk), pemasaran, ketenagakerjaan (jumlah penduduk, struktur umur dan distribusinya).








Sumber:
http://kickmyhead.wordpress.com/2011/11/23/demografi-dalam-perilaku-konsumen
http://nishaelf.wordpress.com/2011/11/24/peran-demografi-terhadap-perilaku-konsumen/

http://4d3irma.wordpress.com/2011/11/08/demografi-dalam-perilaku-konsumen/
 

Thursday, November 15, 2012

Perilaku Konsumen

Berikut ini adalah tampilan slide Microsoft PowerPoint yang berisi pembahasan tentang Perilaku Konsumen. Pengertian dari para ahli, teori-teorinya, dan kesimpulan.

Monday, November 12, 2012

Perilaku Konsumen: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pembelian Suatu Produk

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Ada beberapa faktor- faktor yang mempengaruhi konsumen dalam membeli suatu produk. Faktor-faktor tersebut adalah:

Faktor Budaya merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk.
Faktor sosial juga ikut mempengaruhi seseorang dalam pembelian suatu produk. Biasanya faktor yang mempengaruhi secara sosial adalah sesuatu barang yang sedang trend modelnya di masyrakat.
Faktor Pribadi adalah faktor yang paling menentukan dalam pembelian sesuatu produk.
Faktor Psikologis ini terkait dengan persepsi, motivasi, ingatan dan pembelajaran serta sikap seorang manusia/konsumen.

Penjelasan yang lebih lanjut terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian dalam suatu produk bisa dilihat dalam bentuk Microsoft PowerPoint